Rabu, 10 Oktober 2012

Al-Asmaul Husna


AL - ASMAUL HUSNA
A.    Pengertian Al-Asmaul Husna
Menurut pengertian bahasa, Al-Asmaul Husna artinya nama-nama yang baik. Menurut istilah ilmu tauhid, Al-Asmaul Husna ialah nama-nama yang baik yang hanya dimiliki oleh Allah SWT., sebagai bukti akan keagungan-Nya. Allah SWT. berfirman :

Katakanlah serulah Allah, atau serulah Ar-Rahman, dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al-Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik).” (Q.S. Al-Isra’. 17 : 110)

            Allah SWT. juga berfirman :

“Hanya milik Allah Al-Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Al-Asmaul Husna itu.” (Q.S. Al-A’raf, 7 : 180)

            Allah SWT. juga berfirman :

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai Al-Asmaul Husna (nama-nama yang baik).” (Q.S. Taha, 20 : 8)

            Rasulullah SAW. Bersabda :
“Allah itu mempunyai sembilan puluh sembilan nama. Barangsiapa menghafalnya (dengan meyakini akan kebenarannya), ia masuk surga. Sesungguhnya Allah itu Mahaganjil (tidak genap) dan senang sekali pada sesuatu yang ganjil.” (H.R. Ibnu Majah)
1.    Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah)
Allah SWT. menciptakan makhluk-Nya tidak pernah membedakan dalam menyayangi dan memberikan sesuatu baik kesehatan, kesempatan, rezeki, maupun kehidupan. Dan keseimbangan  ini berlaku di semua kehidupan pada makhluk-Nya, di lingkungan manusia, tumbuhan, binatang, makhluk lain yang tidak dapat disebutkan, serta orang-orang belum mau beriman. Allah SWT. berfirman :

“(Allah itu) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Fatihah, 1 : 3 dan Q.S. Al-Baqarah, 2 : 163)

2.    Ar-Rahim (Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang)
Sifat Ar-Rahim Allah SWT. selalu dilimpahkan kepada seluruh hamba-Nya yang beriman secara tetap atau bersifat kekal, bukan saja dalam hidup di dunia tetapi juga dalam hidup di alam kubur dan alam akhirat.

3.    Al-Quddus (Yang Mahasuci)
Hal ini disebabkan, antara lain karena Zat Allah SWT. itu Mahatunggal, suci atau bersih dari sekutu, tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Allah SWT. berfirman :

“Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, raja Yang Mahasuci, Yang Mahaperkasa, lagi Maha bijaksana.” (Q.S. Al-Jumu’ah, 62 : 1)

4.    As-Salam (Yang Mahasejahtera)
Kesejahteraan Allah SWT. itu Mahasempurna, tidak ada kekurangannya, cacat, dan celanya. Tidak ada zat selain Allah SWT. yang memiliki kesejahteraan sama dengan-Nya. Kesejahteraan atau keselamatan yang dimiliki umat manusia pada hakikatnya bersumber dari Allah SWT. Allah SWT. berfirman :

“Dialah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, yang mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (Q.S. Al-Hasyr, 59 : 23)

5.    Al-Mu’min (Yang Maha Memberikan Keamanan atau Yang Maha Terpercaya)
Pada hakikatnya kehidupan yang aman atau sentosa yang di alami umat manusia, baik secara induvidu dan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara adalah merupakan pemberian Allah SWT.
Allah SWT. adalah Tuhan Yang Maha Terpercaya atau Maha Dipercaya. Ayat-ayat Al-Qur’an mencantumkan dengan wa’dun, yakni janji-janji baik dari Allah SWT. bahwa Dia akan memasukkan manusia yang ketika di dunianya senantiasa menaati Allah SWT. dan Rasul-Nya, kedalam surga-Nya di alam akhirat. Adapula ayat-ayat Al-Qur’an tentang wa’id yakni ancaman-Nya, bahwa Dia akan mencampakkan kedalam neraka di alam akhirat kelak, manusia yang ketika di dunianya durhaka kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya. Wa’dun dan wa’id Allah SWT. tersebut pasti akan ditepati-Nya, karena ia adalah Tuhan Yang Maha Terpercaya.

6.    Al-‘Adlu (Yang Maha Adil)
Tidak ada zat selain Allah SWT. yang memiliki keadilan sama dengan Allah SWT., apalagi melebih-Nya. Adil artinya meletakkan sesuatu pada tempat yang semestinya. Allah SWT. Maha Adil, karena Dia selalu menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya, sesuai dengan keadilan-Nya yang Maha Sempurna. Tidak ada manusia yang Maha Adil, karena keadilan manusia itu terbatas dan tidak sempurna. Manusia yang berada dalam keadaan lupa atau salah, sudah tentu tidak dapat berlaku adil. Allah SWT. berfirman :

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, member kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia member kepadamu pengajaran agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (Q.S. An-Nahl, 16 : 90)

7.    Al-Gaffar ( Yang Maha Pengampun)
Manusia dalam hidupnya di dunia ini tidak luput dari dosa. Baik dosa yang ditimbulkan karena tidak melaksanakan perintah Allah SWT. yang wajib, maupun dosa yang disebabkan karena melanggar larangan-Nya yang haram. Allah SWT. tentu akan mengampuni dosa hamba-Nya, apabila hamba-Nya itu mohon ampun kepada-Nya dan betul-betul baertaubat. Sedangkan syarat-syarat bertobat adalah sebagai berikut.
Flowchart: Alternate Process: a.	Harus menghentikan perbuatan maksiatnya (dosanya).
b.	Menyesali perbuatan dosa yang telah terlanjur dilakukannya.
c.	Bertekad untuk tidak mengulangi lagi perbuatan dosanya dan tekad itu langusung dilaksanakan. Seseorang yang berulang kali berbuat dosa setelah bertobat dari dosa, tidak di anggap bertobat yang sebenarnya, bahkan di anggap mempermainkan Tuhan.
d.	Membaca istigfar dengan khusyuk dan benar-benar minta ampun dalam hatinya. Bila dosanya berhubungan dengan hak Allah SWT., hendaklah mengqada’-nya. Sedangkan yang berhubungan dengan hak orang lain, hendaklah mengembalikan hak orang lain tersebut dan mohon maaf atas kesalahannya.
 









      Allah SWT. berfirman :

“Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (Q.S. Sad, 38 : 66)

8.    Al-Hakim (Yang Mahabijaksana)
Tidak zat selain Allah SWT. yang memiliki kebijaksanaan sama dengan-Nya, apalagi melebih-Nya. Bukti-bukti lain bahwa Allah SWT. itu Mahabijaksana sangat banyak, baik yang terdapat dalam diri manusia maupun yang terdapat di luar diri manusia. Apa saja yang diciptakan Allah SWT. yang terdapat dalam diri manusia dan yang terdapat di luar diri manusia seperti pada hewan, tumbuh-tumbuhan, dan alam lainnya, tidak diciptakan dengan sia-sia, tetapi mengandung hikmah dan manfaat yang besar, khususnya bagi kesejahteraan hidup manusia. Allah SWT. berfirman :

“Maka apakah kamu semua (manusia) mengira, bahwa sesungguhnya Kami jadikan kamu dengan percuma (sia-sia tanpa hikmah)? Dan apakah kamu mengira bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Q.S. Al-Mu’minun, 23 : 115)

9.    Al-Malik (Yang Maha Merajai)
Tidak ada raja yang memiliki kedudukan dan kekuasaan yang sama dengan Allah, apalagi melebihi. Allah SWT. adalah Tuhan yang Mahatinggi dan Raja yang sebenarnya, yang mengatur dan mengendalikan kerajaan-Nya sesuai dengan kehendak-Nya sendiri. Allah SWT. Maha Merajai seluruh alam, baik alam syahadah (nyata) maupun alam gaib (abstrak). Bumi, Matahari, Bulan, dan Planet-Planet lainnya yang beredar pada garis edarnya masing-masing. Semua itu sesuai dengan kehendak dan kekuasaan Allah SWT.. Manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan yang dahulunya tidak ada, kemuadian ada, dan akhirnya binasa juga sesuai dengan kehendak dan kekuasaan Allah SWT.. Allah SWT. berfirman :

“Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya ; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Tuhan (Yang mempunya) ‘Arsy yang mulia.” (Q.S. Al-Mu’minun, 23 : 116)

10.  Al- Hasib (Yang Maha Menjamin)
Allah SWT. memberikan jaminan kecukupan kepada seluruh hamba-Nya. Manusia dalam hidupnya di dunia mempunyai banyak kebutuhan, seperti kebutuhan akan makanan, minuman, pakaian, dan kebutuhan yang lainnya. Allah SWT. menyediakan semua kebutuhan tersebut, asal manusia mau berusaha untuk memperolehnya. Allah SWT. berfirman :

“Dan bahwasanya seorang amnesia tiada meperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).” (Q.S. An-Najm, 53 : 39-40)



















Manfaat 99 Asmaul Husna
1.     Allah
“Ya Allah!” apabila di dzikirkan 500 x setiap malam, lebih lagi selepas Shalat Tahajjud atau Shalat Sunnah 2 rakaat mempunya pengaruh besar di dalam mencapai segala yang dihajati.
2.    Ar-Rahman (Maha Pemurah)
“Ya Rahman!” apabila di dzikirkan sesudah Shalat 5 waktu sebanyak 500 x, maka hati kita akan menjadi terang, tenang, dan sifat-sifat pelupa dan gugup akan hilang dengan izin Allah SWT.
3.    Ar-Rahim (Maha Penyayang)
“Ya Rahim!” apabila di dzikirkan sebanyak 100 x setiap hari, Insya Allah kita akan mempunyai daya penarik yang besar sekali hingga manusia merasa cinta dan kasih serta saying terhadap kita.
4.    Al-Malik (Maha Merajai)
“Ya Malik!” apabila di dzikirkan sebanyak 121 x setiap pagi atau setelah tergelincirnya Matahari, segala pekerjaan yang dilakukan setiap hari akan mendatangkan berkat dan kekayaan yang diridhoi Allah SWT.
5.    Al-Quddus (Maha Suci)
“Ya Quddus!” apabila di dzikirkan sebanyak 100 x setiap pagi setelah tergelincir Matahari, maka hati kita akan terjaga dari semua penyakit hati seperti sombong, iri hati, dengki, dll.
6.    As-Salam (Maha Penyelamat)
“Ya Salam!” apabila di dzikirkan sebanyak 136 x, Insya Allah jasmani dan rohani kita akan terhindar dari segala penyakit sehingga badan menjadi segar sehat dan sejahtera.
7.    Al-Mu’min (Maha Pengaman)
“Ya Mu’min!” apabila di dzikirkan sebanyak 236 x, Insya Allah diri kita, keluarga dan segala kekayaan yang dimiliki akan terpelihara dan aman dari segala macam gangguan yang merusakkan.
8.    Al-Muhaymin (Maha Pelindung)
“Ya Muhaymin!” apabila di dzikirkan  sebanyak 145 x sesudah Shalat Fardhu Isya, Insya Allah fikiran dan hati kita akan menjadi terang dan bersih.
9.    Al-‘Aziz (Maha Mulia)
“Ya Aziz!” apabila di dzikirkan sebanyak 40 x sesuadah Shalat Subuh, Insya Allah, kita akan menjadi orang yang mulia, disegani orang karena penuh kewibawaan.
10.  Al-Jabbar (Maha Pemaksa)
“Ya Jabbar!” apabila di dzikirkan sebanyak 226 x pagi dan petang, semua musuh akan menjadi tundak dan patuh dengan izin Allah SWT..
11.   Al-Mutakabbir (Maha Besar)
“Ya Mutakabbir!” apabila di dzikirkan sebanyak 662 x, maka dengan kebijaksanaan bertindak, kita akan dapat menundukkan semua musuh, bahkan mereka akan menjadi pembantu yang setia.
12.  Al-Khaliq (Maha Pencipta)
“Ya Khaliq!” dibaca mengikut kemampuan atau sebanyak 731 x, Insya Allah yang ingin otak cerdas, cepat menerima sesuatu pelajaran, amalan ini akan memberikan otak kita cerdas dan cepat tangkap (faham).
13.  Al-Bari’ (Maha Perancang)
“Ya Bari’!” sekiranya kita berada didalam kesukaran atau sedang sakit, dibaca sebanyak 100 x selama 7 hari berturut-turut, Insya Allah kita akan terlepas dari kesukaran dan sembuh dari penyakit tersebut.
14.  Al-Musawwir (Maha Menjadikan Rupa Bentuk)
“Ya Musawwir!” sekiranya seorang istri yang sudah lama belum mempunyai anak, maka cobalah ikhtiar ini dengan berpuasa selama 7 hari dari hari Ahad hingga Sabtu. Di waktu hendak berbuka puasa, ambil segelas air dan dibacakan “Ya Musawwir” sebanyak 21 x, kemudian diminum air tersebut untuk berbuka puasa. Bagi sang suami, hendaklah berbuat perkara yang sama tetapi hanya dengan berpuasa selama 3 hari. Kemuadian pada waktu hendak berjimak, bacalah dzikir ini sebanyak 10 x, Insya Allah akan dikaruniakan anak yang saleh.
15.  Al-Ghaffar (Maha Pengampun)
“Ya Ghaffar!” sambil beri’tikaf (diam di Masjid dalam keadaan suci) bacalah  dzikir ini sebanyak 100 x sambil menunggu masuknya waktu Shalat Jumat, Insya Allah akan di ampukan dosa-dosa kita.
16.  Al-Qahhar (Maha Menundukkan)
“Ya Qahhar!” di dzikir menurut kemampuan atau sebanyak 306 x, maka hati kita akan dijaga dari ketamakan dan kemewahan dunia dan Insya Allah orang-orang yang selalu memusuhi kita akan sadar dan tunduk akhirnya.
17.  Al-Wahhab (Maha Pemberi)
“Ya Wahhab!” di dzikir sebanyak 100 x sesuadah Shalat Fardhu, barangsiapa yang selalu didalam kesempitan, Insya Allah segala kesulitan atau kesempitan dalam soal apapun akan hilang.
18.  Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
“Ya Razzaq!” di dzikir mengikut kemampuan sesudah Shalat Fardhu khususnya Shalat Subuh, Insya Allah akan dipermudahkan rezeki yang halal dan membawa berkat. Rezeki akan dating tanpa diduga, tetapi perlulah dilakukan dengan ikhtiar yang zahir.
19.  Al-Fattah (Maha Pembuka)
“Ya Fattah!” di dzikir sebayak 71 x sesuadah selesai Shalat Subuh, Insya Allah hati kita akan di buka oleh Allah SWT., sehingga mudah menerima nasihat agama.
20. Al-‘Alim (Maha Mengetahui)
“Ya ‘Alim!” di dzikir sebanyak 100 x setiap kali selesai Shalat Maktubah, Insya Allah akan mendapat kemakrifatan yang sempurna.
21.  Al-Qabid (Maha Penyempit Hidup)
“Ya Qabid!” di dzikirkan 100 x setiap hari, maka dirinya akan semakin dekat dengan Allah SWT. dan terlepas dari segala bentuk ancaman.
22. Al-Basit (Maha Pelapang Hidup)
“Ya Basit!” bagi mereka yang berniaga atau mempunyai usaha-usaha lain, kuatkanlah usaha dan berniaga itu dengan memperbanyaklah membaca dzikir ini setiap hari, Insya Allah rezeki akan menjadi murah.
23. Al-Khafid (Maha Penghina)
“Ya Khafid!” di dzikirkan sebanyak 500 x setiap hari, dalam keadaan suci, khusyuk dan tawaduk, Insya Allah segala maksud akan ditunaikan Allah SWT. Juga apabila mempunyai musuh, musuh itu akan jatuh martabatnya.
24. Ar-Rafi’ (Maha Tinggi)
“Ya Rafi’!” di dzikirkan setiap hari, baik siang atau malam sebanyak 70 x, Insya Allah keselamatan harta benda di rumah, di kedai atau di tempat-tempat lain akan selamat dan terhindar dari kecurian.
25. Al-Mu’iz (Maha Pemberi Kemuliaan)
“Ya Mu’iz!” di dzikirkan sebanyak 140 x setiap hari, Insya Allah akan memperolehi kewibawaan yang besar terutama ketua-ketua jabatan atau perniagaan.
26. Al-Muthil (Maha Merendahkan)
“Ya-Muthil!” perbanyaklah dzikir ini setiap hari, sekiranya ada orang berhutang kepada kita dan sukar untuk memintanya, Insya Allah si penghutang akan sadar dan membayar hutangnya kembali.
27. As-Sami’ (Maha Mendengar)
“Ya Sami’!” sekiranya inginkan do’a kita makbul dan pendengaran telinga kita tajam, biasakanlah dzikir ini setiap hari menurut kemampuan, lebi-lebih lagi sesudah Shalat Dhuha, Insya Allah do’a akan mustajab.
28. Al-Basir (Maha Melihat)
“Ya Basir!” di dzikirkan sebanyak 100 x sebelum Shalat Jumat. Insya Allah akan menjadikan kita terang hati, cerdas otak dan selalu diberikan taufik dan hidayah dari Allah SWT.
29. Al-Hakam (Maha Menghukum)
“Ya Hakam” di dzikirkan sebanyak 68 x pada tengah malam dalam keadaan suci, Insya Allah dapat membuka hati seseorang itu mudah menerima ilmu-ilmu agama dan membantu mempelajari ilmu-ilmu agama.
30. Al-‘Adlu (Maha Adil)
“Ya Adlu!” di dzikirkan sebanyak 104 x setiap hari sesuadah selesai Shalat 5 waktu, Insya allah diri kita selalu dapat berlaku adil.
31.  Al-Latif (Maha Halus)
“Ya Latif!” dengan memperbanyak dzikir ini mengikuti kemampuan, Insya Allah bagi para peniaga, ikhtiar ini akan menjadikan barang jualannya menjadi laris dan maju.
32. Al-Khabir (Maha Waspada)
“Ya Khabir!” dengan memperbanyak dzikir ini setiap hari, terkandung faidah yang teramat banyak sekali sesuai dengan maksud dzikir ini antara lain faidahnya ialah dapat bertemu denagn teman atau anak yang telah terpisah sekian lama.
33. Al-Halim (Maha Penyantun)
“Ya Halim!” di dzikirkan sebanyak 88 x selepas Shalat 5 waktu, bagi mereka yang mempunyai kedudukan di dalam pemerintahan, syarikat atau apa saja, Insya Allah dipastikan kedudukannya tidak akan dicabar atau diungkit-ungkit atau tergugat.
34. Al-‘Azim (Maha Agung)
“Ya Azim!” di dzikirkan sebanyak 12 x setiap hari untuk orang yang sekian lama menderitai sakit, Insya Allah akan sembuh. Juga apabila dibaca 12 x kemudian ditiupkan pada tangan lalu di usap-usap pada seluruh badan, maka dengan izin Alah SWT. akan terhindar dari gangguan jin, syaitan dan sebagainya.
35. Al-Ghafur (Maha Pengampun)
“Ya Ghafur!” bagi orang yang bertaubat, hendaklah memperbanyak dzikir ini dengan mengakui dosa-dosa dan bertekad untuk tidak mengulanginya, Insya Allah akan diterima taubatnya oleh Allah SWT.
36. Ash-Shakur (Maha Pengampun)
“Ya Shakur!” di dzikirkan sebanyak 40 x sehabis Shalat Hajat, sebagai pengucapan terima kasih kepada Allah SWT., Insya Allah semua hajat kita akan dimakbulkan Allah. Lakukanlah setiap kali kita mempunyai hajat yang penting dan terdesak.
37. Al-‘Aliyy (Maha Tinggi Martabat-Nya)
“Ya Aliy!” untuk mencerdaskan otak anak kita yang kebal, tulislah dzikir ini sebanyak 110 X (**dalam Bahasa Arab bukan Bahasa lain) lalu direndam pada air yang dingin dan diberikan si anak meminumnya, Insya Allah lama kelamaan otak si anak itu akan berubah cemerlang dan tidak dungu lagi. Insya Alah mujarab.
38. Al-Kabir (Maha Besar)
“Ya Kabir!” bagi seorang yang kedudukannya telah dirampas atau dilucut gara-gara sesuatu fitnah, maka bacalah dzikir ini sebanyak 1000 x selama 7 hari berturut-turut dalam keadaan suci sebagai pengaduan kepada Allah SWT.. Lakukanlah sesuadah Shalat malam, (Tahajud atau Hajat).
39. Al-Hafiz (Maha Pelindung)
“Ya Hafiz!” di dzikir sebanyak 99 x, Insya Allah diri kita akan terlindung dari gangguan binatang buas terutamanya apabila kita berada di dalam hutan.
40. Al-Muqit (Maha Pemberi Keperluan)
“Ya Muqit!” sekiranya kita berada di dalam kelaparan seperti ketika sesat di dalam hutan atau dimana sahaja sehingga sukar untuk mendapatkan bekalan makanan, maka perbanyak dzikir ini. Insya Allah badan kita akan menjadi kuat dan segar karena rasa lapar akan hilang.
41.  Al-Hasib (Maha Mencukupi)
“Ya Hasib!” untuk memperteguhkan kedudukan yang telah kita jawat, amalkan dzikir ini sebanyak 777 x sebelum matahari terbit dan selepas Shalat Magrib, Insya Allah akan meneguhkan kedudukan kita tanpa sebarang gangguan.
42. Aj-Jalil (Maha Luhur)
“Ya Jalil!” barangsiapa mengamalkan dzikir ini pada sepertiga malam yang terakhir, Insya Allah kita akan mendapati perubahan yang mengkagumkan perniagaan akan bertambah maju. Andai seorang pegawai, maka tanpa disadari kedudukan kita akan lebih tinggi dan terhormat dan begitulah seterusnya dengan izin Allah SWT.
43. Al-Karim (Maha Mulia)
“Ya Karim!” untuk mencapai derajat yang tinggi dan mulia di dunia maupun di akhirat kelak, maka amalkan dzikir ini sebanyak 280 x ketika hendak masuk tidur. Niscaya Allah akan mengangkat derajat mereka yang mengamalkan dzikir ini.
44. Ar-Raqib (Maha Pengawas)
“Ya Raqib!” bagi meminta pertolongan kepada Allah SWT. terhadap penjagaan barang yang di khawatirkan, maka dzikirkan sebanyak 50 x setiap hari dengan niat agar barang-barang yang di khawatirkan yang berada di tempat yang jauh dan sukar dijaga terhindar dari sebarang kecurian maupun gangguan lainnya. Bertwakkal dan yakinlah kepada Allah SWT. Insya Allah.
45. Al-Mujib (Maha Mengabulkan)
“Ya Mujib!” sesungguhnya Allah adalat zat yang menerima do’a hamba-Nya dan agar do’a kita mustajab dan selalu di terima Allah SWT., hendaklah mengamalkan dzikirini sebanyak 55 x sesudah Shalat Subuh. Insya Allah Tuhan akan mengabulkan do’a kita.
46. Al-Wasi’ (Maha Luas Pemberian-Nya)
“Ya Wasi’!”apabila di dalam kesulitan maka amalkan dzikir ini sebanyak 128 x setiap pagi dan petang, Insya Allah segala kesulitan akan hilang berkat pertolongan Allah SWT.. Andai dzikir ini senantiasa di amalkan, Insya Allah Tuhan akan menjaga kita dari hasad dengaki sesame makhluk.
47. Al-Hakim (Maha Bijaksana)
Bagi pelajar atau siapa saja yang memperbanyak dzikir ini setiap hari, Insya Allah akalnya akan menjadi cerdas dan lancar di dalam menghafal dan mengikuti pelajaran. Amalkanlah sekurang-kurangnya 300 x setiap hari.
48. Al-Wadud (Maha Pencinta)
“Ya Wadud!” amalkan dzikir ini sebanyak 11000 x pada setiap malam. Insya Allah kita akan menjadi insane yang senantiasa bernasib baik, disayangi dan rumahtangga kita akan senantiasa berada didalam keadaan harmoni.
49. Al-Majid (Maha Mulia)
“Ya Majid!” untuk ketentraman keluarga dimana setiap anggota keluarga senantiasa menyayangi dan menghormati dan khasnya kita sebagai ketua keluarga, maka amalkan dzikirini sebanyak 99 x, sesudah itu hembuskan kedua belah telapak tangan dan usap ke seluruh muka. Insya Allah semua anggota keluarga kita akan menyayangi dan menghormati kita sebagai ketua keluarga.
50. Al-Ba’ith (maha Membangkitkan)
“Ya Ba’ith!” dzikirkan sebanyak 100 x dengan meletakkan kedua tangan ke dada, Insya Allah akan member kelapangan dada dengan ilmu dan hikmah.
51.  Ash-Shahid (Maha Menyaksikan)
“Ya Shahid!” apabila ada di kalangan anggota keluarga kita yang suka membangkang dan sebagainya, maka dzikirkan sebanyak 319 x secara berterusan setiap malam sehingga si pembangkang akan sadar dan berubah perangainya.
52. Al-Haqq (Maha Benar)
“Ya Haqq!” perbanyak dzikir ini, Insya Allah sangat berfaidah sekali untuk menebalkan iman dan taat di dalam menjalankan perintah Allah SWT.
53. Al-Wakil (Maha Berserah)
“Ya Wakil!” sekiranya terjadi hujan yang disertai ribut yang kuat, atau terjadi gempa, maka ketika ketika itu perbanyak dzikir ini, Insya Allah bancana tersebut akan menjadi reda dan kembali seperti sediakala.
54. Al-Qawiyy (Maha Memiliki Kekuatan)
“Ya Qawiyy!” amalkan dzikir ini sebanyak mungkin agar kita tidak gentar apabila berdepan dengan sebarang keadaan maupun berdepan dengan si zalim.
55. Al-Matin (Maha Sempurna Kekuatan-Nya)
“Ya Matin!” amalkanlah dzikir ini sebanyak mungkin karena mempunyai fadhilat yang besar sekali, antaranyauntuk mengembalikan kekuatan sehingga musuh merasa gentar untuk mengganggu.
56. Al-Waliyy (Maha Melindungi)
“Ya Waliyy!” barangsiapa yang menjawat sebarang jawatan atau kedudukan, maka amatlah elok sekali mengamalkan dzikir ini sebanyak mungkin karena dengan izin Allah SWT, kedudukan kita akan kukuh dan terhindar dari sebarang gangguan oleh orang-orang yang bersifat dengki.
57. Al-Hamid (Maha Terpuji)
“Ya Hamid!” perbanyak dzikir ini sebagai pengakuan bahwa hanya Allah SWT, saja yang paling berhak menerima segala pujian.
58. Al-Muhsi (Maha Menghitung)
“Ya Muhsi!” sekiranya kita inginkan diri kita digolongkan didalam pertolongan yang selalu dekat dengan Allah SWT. (muraqabah), maka amalkan dzikir ini sebanyak mungkin sesudah Shalat 5 waktu.
59. Al-Mubdi’ (Maha Memulai)
“Ya Mubdi’!” agar segala apa yang kita rancangkan agar berhasil, maka dzikirkan sebanyak 470 x setiap hari. Insya Allah.
60. Al-Mu’id (Maha Mengembalikan)
“Ya Mu’id!” andai anda anggot keluarga yang menghilangkan diri dan sebagainya, amalkan dzikir ini sebanyak 124 x setiap hari sesudah Shalat. Insya Allah dipertunjukkan akan hasilnya.
61.  Al-Muhyi (Maha Menghidupkan)
“Ya Muhyi!” amalkan dzikir ini sebanyak 58 x setiap hati, Insya Allah kita akan diberikan kemuliaan derajat dunia dan akhirat kelak.
62. Al-Mumit (Maha Mematikan)
“Ya Mumit!” barangsiapa memperbanyak dzikir ini, Insya Allah akan dipermudahkan di dalam perniagaan, berpolitik dan sebagainya.
63. Al-Hayyu (Maha Hidup)
“Ya Hayyu!” untuk mencapai kekuatan mental/batin didalam menjalani kehidupan, perbanyaklah dzikir ini.
64. Al-Qayyum (Maha Berdiri Dengan Sendiri-Nya)
“Ya Qayyum!” telah berkata Imam Ghazali bahwa barangsiapa yang ingin memperoleh harta yang banyak lagi berkat, ingin dikasihi oleh setiap manusia, ingin berwibawa, ditakuti musuh dan ingin menjadi insane yang terhormat, maka berdzikirlah dengan “Ya Hayyu Ya Qayyum…” sebanyak 1000 x setiap malam atau siang hari. Hendaklah melakukannya secara berterusan, Insya Allah akan tercapai segala hajat.
65. Al-Wajid (Maha Menemukan)
“Ya Wajid!” andai berkeinginan kepribadian yang kukuh, tidak mudah terpengaruh dan teguh pendirian, maka perbanyak dzikir ini.
66. Al-Majid (Maha Mulia)
“Ya Majid!” demi kecerdasan otak agar dipermudahkan hati untuk menerima pelajaran, maka hendaklah pelajar tersebut memperbanyak dizikir ini setiap hari.
67. Al-Wahid (Maha Esa)
“Ya Wahid!” bagi pasangan yang belum mempunyai cahaya mata dan sangat ingin meminangnya, amalkanlah dzikir ini sebanyak 190 x setiap kali selesai menunaikan Shalat 5 waktu selama 1 bulan dan selama itu juga hendaklah berpuasa Sunnah Senin dan Kamis, Insya Allah…
68. As-Samad (Maha Diminta)
“Ya Samad!” ketika dalam kelparan akibat sesat atau kesempitan hidup, maka mohonlah kepada Allah SWT. dengan dzikir ini sebanyak mungkin . Insya Allah, diri akan terasa segar dan senantiasa.
69. Al-Qadir (Maha Kuasa)
“Ya Qadir!” apabila kita berhajatan sesuatu namun selalu gagal, maka amalkan dzikir ini sebanyak 305 x setiap hari, Insya Allah segala hajat akan berhasil.
70. Al-Muqtadir (Maha Menentukan)
“Ya Muqtadir!” agar tercapai tujuan yang dikehendaki, selain dari berikhtiar secara lahariah, maka berdzikirlah dengan dzikir ini seberapa mampu sehingga ikhtiar kita itu berhasil karena dzikir ini akan mempercepatkan keberhasilan hajat kita.
71.  Al-Muqaddim (Maha Mendahulukan)
“Ya Muqaddim!” menurut Imam Ahmad bin Ali Al-Buuniy, beliau berkata “Barangsiapa yang berdzikir dengan dzikir ini sebanyak 184 x setiap hari, Insya Allah, niscaya segala usahanya akan berhasil.
72. Al-Mu’akhkhir (Maha Melambat-Lambatkan)
“Ya Mu’akhkhir!” bagi meniggikan lagi ketaatan kita kepada Allah SWT., perbanyaklah dzikir ini.
73. Al-‘Awwal (Maha Pemulaan)
“Ya ‘Awwal!” barangsiapa yang mengamalkan dzikir ini sebanyak 37 x setiap hari, Insya Allah segala apa yang dihajati akan diperkenankan Allah SWT.
74. Al’Akhir (Maha Penghabisan)
“Ya ‘Akhir!” amalkan berdzikir ini sebanyak 200 x sesudah Shalat 5 waktu selama 1 bulan, Insya Allah Tuhan akan membuka pintu rezeki yang halal
75. Az-Zahir (Maha Menyatakan)
“Ya Zahir!” amalkanlah dzikir ini sebanyak 1106 x selesai Shalat waktu di tempat yang sunyi (Khalwat), niscaya Allah SWT. akan membuka hijab padanya dari segala rahasia yang pelik dan sukar serta diberi kefahaman ilmu.
76. Al-Batin (Maha Tersembunyi)
“Ya Batin!” seperti Asmaul Husna ke 75 juga, tapi amalkan sebanyak 30 x sesudah Shalat Fardhu.
77. Al-Waliy (Maha Mengetahui Urusan)
“Ya Waliy!” perbanyak dzikir ini setiap pada dan petang boleh menyebabkan seseorang itu yang ma’rifat, yaitu hatinya dibuka oleh Allah SWT.. Difahamkan para wali Allah SWT. selalu memperbanyak dzikir ini.
78. Al-Muta’ali (Maha Suci)
“Ya Muta’ali!” sekiranya kita akan berjumpa dengan mereka yang berkedudukan tinggi atau mereka yang sukar ditemui, maka bacalah dzikir ini sebanyak mungkin sewaktu menghadap. Insya Allah dengan mudah kita akan berjumpa dengannya dan segala hajat yang penting-penting akan berhasil.
79. Al-Barr (Maha Bagus)
“Ya Barr!” amalkanlah dzikir ini sebanyak mungkin setiap hari, Insya Allah segala apa yang kita hajati akan terlaksana dengan mudah.
80. At-Tawwab (Maha Penerima Taubat)
“Ya Tawwab!” bagi orang yang selalu membuat dosa dan ingin bertaubat maka hendaklah memperbanyak dzikir ini supaya dengan mudah diberikan petunjuk kembali kejalan yang lurus.
81.  Al-Muntaqim (Maha Penyiksa)
“Ya Muntaqim!” jika kita berhadapan dengan orang yang zalim, supaya dia tidak melakukan kezalimannya terhadap kita, maka hendaklah kita memperbanyak dzikir ini setiap kali Shalat Fardhu, Insya Allah, kita akan mendapat pertolongan Allah SWT.
82. Al-‘Afuww (Maha Pemaaf)
“Ya Afuww!” barangsiapa memperbanyak dzikir ini, niscaya dia akan diampuni segala dosanya oleh Allah SWT.
83. Ar-Ra’uf (Maha Mengasihi)
“Ya Ra’uf!” bagi siapa yang ingin dirinya disenangi oleh teman atau siapa saja yang memandangnya, amalkan dzikir ini seberapa mampu kamu, baik siang maupun malam.
84. Malik Al-Mulk (Maha Pemilik Kekuasaan)
“Ya Malik Mulk!” seseorang pengarah atau ketua yang ingin kedudukan yang kekal dan tetap tanpa diganggu gugat, hendaklah selalu mengamalkan dzikir ini sebanyak 212 x sesudah Shalat Fardhu dan 212 x pada setiap malam selama Bulan Ramadhan selama sebulan. Insya Allah akan mendapat pertolongan Allah SWT.
85. Thul-Jalali wal-Ikram (Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan)
“Ya Thul Jalali wal-Ikkram!” amalkanlah dzikir ini sebanyak 65 x setiap hari selama sebulan, Insya Allah segala hajat kita akan tercapai dengan pertolongan Allah SWT.
86. Al-Muqsit (Maha Mengadili)
“Ya Muqsit!” berdzikirlah dengan dzikir ini mengikut kemampuan, Insya Allah Tuhan akan menganugrahkan sifat adil kepada mereka yang mengamalkannya.
87. Aj-Jami’ (Maha Mengumpulkan)
“Ya Jami’!” sekiranya ada dikalangan keluarga kita atau istri kita yang lari dari rumah, maka amalkanlah dzikir ini sebanyak mungkin pada setiap hari dengan niat semoga Allah SWT. menyadarkan orang tersebut. Dengan izin Allah SWT. orang yang lari itu akan pulang dalam jangka waktuy yang singkat.
88. Al-Ghaniyy (Maha Kaya Raya)
“Ya Ghaniyy!” amalkanlah dzikir ini pada setiap hari sebanyak mungkin, Insya Allah apa yang kita usahakan akan cepatr berhasil dan kekayaan yang kita peroleh itu akan mendapat berkat.
89. Al-Mughni (Maha Pemberi Kekayaan)
“Ya Mughnu!” mintalah kekayaan yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat kepada Allah SWT. dengan memperbanyak dzikir ini, Insya Allah segala hajat kita akan tercapai.
90. Al-Mani’ (Maha Membela)
“Ya Mani’” andai kita selalu mengamalkan dzikir ini sebanyak 161 x pada waktu menjelang Shalat Subuh setiap hari, Insya Allah kita akan terhindar dari orang-orang yang zalim dan suka membuat angkara.
91.  Ad-Darr (Maha Pembuat Bahaya)
“Ya Darr!” Asma ini sangat berguna didalam ikhtiar kita untuk menyembuhkan sesuatu penyakit yang mana sudah lama dihadapi dan telah puas dihadapa dan telah puas diobati. Amalkanlah dzikir ini sebanyak 1001 x pada setiap hari, Insya Allah dengan ikhtiar ini penyakit itu akan cepat sembuh.
92. An-Nafi’ (Maha Pemberi Manfaat)
“Ya Nafi’!” menurut Imam Ahmad Al-Buuniy, barangsiapa mengamalkan dzikir ini setiap hari, maka bagi orang yang sakit, sakitnya akan sembuh dan bagi orang yang susah akan dihilangkan kesusahannya dengan izin Allah SWT.
93. An-Nur (Maha Pemberi Cahaya)
“Ya Nur!” menurut Sheikh Ahmad bin Muhammad As Shawi, barangsiapa yang menghendaki kemuliaan yang agung dan memperoleh apa yang dimaksudkan baik kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat kelak, maka hendaklah selalu berdzikir dengan dzikir ini setiap pagi dan petang.
94. Al-Hadi (Maha Pemberi Petunjuk)
“Ya Hadi!” bagi siapa yang dalam perjalanan ke suatu tempat tertentu, kemuadian ia tersesat, hendaklah ia memohon petunjuk Allah SWT. dengan memperbanyak dzikir ini, Insya Allah akan diberikan pertolongan Allah SWT. akan cepat lepas dari kesesatan tersebut.
95. Al-Badi’ (Maha Indah)
“Ya Badi’!” andai kita mempunyai rancangan yang sangat penting dan bagi memastikan rancangan kita itu Berjaya dan berjalan lancer, maka berdzikirlah dengan dzikir ini sebanyak 500 x  selapas Shalat Fardhu, Insya Allah Tuhan akan memberikan pertolongan hingga rancangan kita Berjaya dan berjalan lancer.
96. Al-Baqi (Maha Kekal)
“Ya Baqi!” amalkanlah dzikir ini sebanyak mungkin tanpa mengira batas waktu, Insya Allah dengan ikhtiar ini semua pekerjaan yang telah menjadi puncak rezeki tidak akan mudah terlepas, perniagaan tidak akan rugi atau bankrap dengan berkat dzikir ini.
97. Al-Warith (Maha Membagi)
“Ya Warith!” sekiranya kita berdzikir sebanyak 500 x selepas Shalat Fardhu atau sebagainya, supaya segala urusan kita itu berjalan lancer, maka hendaklah pada setiap malam berdzikir dengan dzikir ini sebanyak 707 x. Insya Allah berkat dzikir ini Allah SWT. akan member petunjuk sehingga usaha kita akan berhasil dengan baik.
98. Ar-Rashid (Maha Pandai)
“Ya Rashid!” walaupun kita tergolong didalam golongan orang cerdas otak, namun biasakanlah dzikir ini sebanyak mungkin, niscaya otak kita akan menjadi bertambah cerdas.
99. As-Sabur (Maha Penyabar)
“Ya Sabur!” agar kita diberi kesabaran oleh Allah SWT. dalam segala hal, maka perbanyaklah dzikir ini menurut kemampuan. Dengan sifat sabar dan penuh pengharapan kepada Allah SWT., maka segala usaha dan upaya akan mencapai kejayaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar